IPPS

IPPS
SC
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2015

Dikotomi Hukum dan Moral dalam Syair

Hukum itu..
Terbang dr pangkuan Tuhan memeluk semesta..
Mengharmonikan tata surya..
Berkembang dlm zigot zigot yg Membelah menjadi manusia..
Menancap dlm qalbu, terstruktur dlm akal nyata.. 

Mereka hidup dlm tatanan yg faktual..
Terpolarisasi dlm ruang ruang sosial..
Ditegakkan secara konsensual..
Dlm koridor yg prosesual..

Mereka lahir dr titik metafisis..
berkembang dari yg idealis..
Bergejolak menjadi positivis..
Entah dlm poros agama, budaya teritorial atau dlm balutan liberalis..
Hingga kini bertransformasi menjadi dinamis..

Mereka hadir dlm pusaran abstraksi..
Lalu tumbuh menjadi represi..
Penuh dgn kehendak diskresi..
Bukan menjadikan nya negasi..
Tapi sekedar bualan modernisasi..

Jgn lg ada kekolotan yg penuh represif..
Cobalah secara persuasif menggerakkan yg massif..
Bergerak secara responsif..
Menuju hukum yg progresif..

Jgn Membelah hukum dan moral dlm dikotomi..
Seperti Kelsen yg menjadikannya murni..
Atau seperti Kant yg hanya jd penghias di batu nisan seolah-olah mereduksi..
Karena moral tanpa hukum menyuburkan diskresi..
Dan hukum Tanpa moral melenggangkan represi..

Moral tanpa hukum adalah kesesatan..
Dan hukum Tanpa moral adalah ketidakadilan..

Nahh kini kalian sdh paham dgn kata hukum dan moral itu d atas???
Itu yg bisa ku gambarkan sj..

Jumat, 28 November 2014

MENYAPA SENJA

Surya bergerak tergelincir dengan senyuman..
hangat menyapa dalam pelukan..
Langkah-langkah beriringan memujanya..
berbondong-bondong mengagumi rupanya..

Empat mata menatap senja..
Saat dua hati di mabuk cinta..
patutlah kita menjadi keluarga..
Mereka yang disebut keluarga cemara..

Kepulan asap dikepulkan..
ditujukan ke haribaan sang surya..
kepulan-kepulan berbentuk lingkaran..
menjadi pigura bagi sang surya..

Sang surya hadir di setiap suasana kalbu..
Teman alam bagi sang kalbu..
Terbitnya menyejukkan kebahagiaan..
Tenggelamnya menentramkan kesedihan..

Maka siapa pula yang tak suka sang surya..
Kewarasan seolah jadi tolak ukur..
Mengukur hati-hati manusia..
Bagi mereka yang senang terpekur..

Sapalah dia..
Nikmatilah kesejukannya saat pagi datang..
Peluklah dia..
Resapilah kehangatannya saat malam menjelang..





MALAM KELABU

Ohh Malam yang kelabu..
saat ikrar kedua tangan menyatu..
duduk bermandikan kelabu..
menyapas semilir angiin berhembus..
di belai-belai sambil membasuh..

Ohh Malam yang kelabu..

saat dua pasang kaki telanjang mengelus..
menyentuh guratan pasir yang halus..
membuncah bermain-main saat ombak berseru-seru..
seolah ingin menggapai sepasang kaki yang sendu..

Ohh Malam yang kelabu..

anginmu menggoncangkan tubuh-tubuh sendu..
menyapa sepasang manusia yang beradu..
seolah-olah menentramkan kalbu..
bersama-sama pasir dan ombak sebagai kawanmu..
menyanyikan lagu alam yang sendu..
atau malah lagu alam yang merdu..
dan penuh dengan merindu..

Ohh Malam yang kelabu